Malam Milikmu
Malam tenggelam menyelam
Menyimak setiap babak
Kepunyaan hidup
Sibuk sungguh
Hampir tak ada lagi jeda
Untuk selain sibuk
Semoga malam milikmu tak sama begitu
-ndy April08-
Maghribku Bersama Sajadah
Mentari sudah menepi ke arah maghrib
Hati pun mulai senja oleh prahara yang enggan raib
Kutinggalkan geliat sisa sinar yang merangkak ke garis malam
Saat tubuh angkuh lesu terbelenggu tarian kekhilafan
Tiba aku di alir air yang membasuh segala nafsu
Menitik pula kesejukan, leburkan debu kalbu membatu
Kugelar sajadah, kupapar fatihah, kupijar doa
Biarkan syaraf dan nadiku denyutkan asmaNya
Turutkan nafas dan birahiku sebutkan ayatNya
Sebelum maghrib berlalu menjadi malam
Dosa kian telanjang berjalan mencari ampunan
Di balik kerudung panjang dan sajadah membentang
Kucium sajadah, kutersungkur di sajadah, bersama harapan.
-ndy180408-
PINTUMU
Kuketuk pintumu lewat bias dan bisu
"adakah bisa kutemui kau?"
Pintumu hanya diam, beku menjawab: tak tahu
Aku masih di luar, dalam liarnya tunggu
Dan berteriak lewat kalbu syahdu
Melambaikan ragu
Adakah dinding dingin di balik pintu
Memisah dan tak tertempuh?
Beranda, jangan sampai renta
Karena pintu tak jua terbuka
Dan kau yang kudamba datang berkemeja
Mengulum senyum dari pojok jendela
-ndy180408-